Bulan Juni-Juli adalah bulan yang penuh kejutan dan hadiah buat saya. Yaiy.. Saya mau pamer ah..hihihi *TukangPamer*
Yang pertama adalah hadiah dari teman kost saya di surabaya, karna saya pulang kampung meninggalkan dirinya huhu..
Dia memberi saya sebuah scraft bergambar ikan2 dan shawl berwarna ungu dari Ibu. :)
Saya kira dengan seringnya saya sakit, saya akan terbiasa dengan keadaan saya ini. Tapi ternyata TIDAK . Tetep aja, yang namanya sakit itu rasanya GAK ENAK BANGE T .. suerr! Tapi saya tetap bersyukur ko' dengan keadaan saya yang serba sensitif ini. Dan bagi teman-teman semua yang mempunyai antibody lebih kuat/banyak daripada saya, jangan sepelein yang namanya kesehatan. Tetep harus menjaga KESEHATAN den gan baik dan benar. ok!
Bahan : 1. Amplop coklat Air mail (bekas). 2. Kertas bekas yang hanya terpakai satu sisi. 3. Kertas karton bekas/kertas kardus jg bisa, atau kertas yang tebal. Untuk alas. 4. Paper Fasteners (bisa beli ditoko buku). Atau bisa diganti dengan kain atau pita. 5. Plastik bening/Mika. Alat : 1. Gunting 2. cutter 3. Pembolong kertas 4. lem/double tape. 1. Potong samping kanan dan kiri amplop menggunakan cutter dan lubangi di bagian yang tidak dipotong, menggunakan pembolong kertas. 2. Potong bagian depan amplop. 3. Tempel plastik/mika menggunakan lem. Ukur panjang dan lebar amplop menggunakan kertas karton, kemudian potong kertas bekas, seukuran kertas karton. Lubangi kertas karton dan kertas bekas. Pasang paper fasteners. Paper fasteners bisa diganti dengan pita atau kain perca. Sisa pemotongan kertas bekas, bisa digunakan untuk membuat paper quilling. hehe.. ( gak jelas paper quillingnya, soalnya baru 1kali ini nyoba bikin.. :p )
Halo, wah rasanya cepat sekali sudah 2023 aja. Aku terakhir nulis di blog ini tahun 2020 (itupun isinya tentang kegiatan tahun 2019), dan masih pandemi. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak lockdown. Pagi ini entah kenapa pengen banget nulis. Saat lockdown aku ngga kepikiran untuk nulis padahal dirumah terus kan, kegiatan diluar rumah tidak banyak namun banyak momen kebersamaan dengan keluarga. Saat itu semua berkumpul, bapak, ibu, adik-adik, aku dana anakku. Walaupun pandemi kami menemukan kebahagiaan karena kami melaluinya bersama-sama. Bahkan Lebaran tahun 2020 kami sholat ied dirumah, ber-6 saja. 2021, di tahun ini aku mengalami banyak kehilangan. Dari meninggalnya Kakekku, Om ku, dan Ibuku. Ketika Ibuku meninggal rasanya sedih, menyesal, nggak percaya, seperti duniaku hancur aja gitu. Sedih banget karena pasti aku banyak salah ke Ibu, dan nggak sempat minta maaf untuk yang terakhir kali. Menyesal banget karena nggak bisa jagain dan merawat saat beliau sakit. Saat beliau sudah ...
cantiknyaaaa.
ReplyDeletetrimakasiiihh.. :))
ReplyDelete